Pelaksanaan ritual adat yang dilakukan sebelum dimulainya kegiatan penebangan di blok RKT 2026 juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi setempat. Serta doa keselamatan bagi operator alat berat dan pekerja lapangan, agar terhindar dari risiko kecelakaan kerja selama kegiatan operasional berlangsung.
Acara yang dihadiri oleh Direktur PT Korintiga Hutani Mr. Jongmyung Park, jajaran manajemen, perwakilan kontraktor, aparatur Desa Demang, Arut Utara, tokoh masyarakat, serta pemangku adat setempat ini merupakan wujud sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam mendukung operasional yang bertanggung jawab.
“Melalui doa dan ritual adat ini, kami berharap seluruh proses kerja dapat berjalan dengan aman, lancar, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Direktur PT Korintiga Hutani, Mr. Jongmyung Park.
Digelar di area operasional perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Rabu (14/1/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan tarian penyambutan khas Dayak, dilanjutkan doa lintas agama dan ritual adat ikat tongang sebagai simbol kebersamaan, komitmen, dan doa keselamatan bagi pelaksanaan operasional RKT 2026. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PT Korintiga Hutani dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat adat dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dan keselamatan kerja,” ujar Kepala Desa Demang, Arut Utara, Murni.
Senada dengan hal tersebut, tokoh adat setempat menegaskan bahwa doa dan ritual adat merupakan bagian penting dalam tradisi masyarakat sebagai simbol permohonan perlindungan dan kelancaran kegiatan. “Kami berharap seluruh aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan aman dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar Sarwin, Tokoh Adat Demang.
PT Korintiga Hutani meyakini keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan teknis, tetapi juga oleh keharmonisan hubungan dengan alam dan masyarakat sekitar. Perusahaan berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan RKT 2026 yang aman, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal serta upaya pelestarian lingkungan. (Humas)