Di PT Korintiga Hutani (KTH), kami memproduksi serpihan kayu berkualitas tinggi yang berasal dari perkebunan Eucalyptus yang dikelola secara berkelanjutan. Produk ini merupakan bahan baku utama bagi berbagai industri, termasuk industri pulp dan kertas.
Sebagai mitra terpercaya bagi Oji Holdings Corporation, KTH secara konsisten memasok serpihan kayu ke fasilitas Yonago Mill untuk kebutuhan produksi dissolving pulp. Kolaborasi strategis ini mencerminkan standar kualitas tinggi yang kami terapkan, sekaligus mempertegas komitmen kami dalam mendukung rantai pasok global yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Melalui praktik kehutanan yang bertanggung jawab serta kemitraan internasional, kami terus berkontribusi dalam pengembangan industri hijau, sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian alam.
Seiring meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan dan kebutuhan akan energi berkelanjutan, pelet kayu semakin diakui sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang potensial. Selain ramah lingkungan, pelet kayu juga mudah disimpan serta efisien dalam proses distribusi, sehingga memperkuat posisinya di pasar bahan bakar global.
Permintaan terhadap pelet kayu terus mengalami peningkatan setiap tahun, khususnya di kawasan Asia di mana banyak negara mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Sebagian besar pelet kayu impor dimanfaatkan dalam sektor energi industri, termasuk sebagai bahan bakar campuran dengan batu bara (co-firing), serta untuk kebutuhan pemanas rumah tangga. Tren ini mencerminkan peran strategis pelet kayu dalam mendukung transisi menuju solusi energi yang lebih berkelanjutan.
Pelet kayu kami diproduksi dari sisa pemanenan, terutama kayu berkualitas rendah yang tidak digunakan untuk produksi wood chip maupun penjualan kayu log. Dengan memanfaatkan material tersebut, kami menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sekaligus mengoptimalkan efisiensi sumber daya dan mendukung pengembangan energi berkelanjutan.
Untuk memastikan praktik pengadaan yang bertanggung jawab serta keberlanjutan lingkungan, produk pelet kayu kami telah memperoleh sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) dan PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification). Sertifikasi ini adalah bukti komitmen kami terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan dan penerapan standar lingkungan tinggi di seluruh proses produksi.
Kami meyakini bahwa energi berbasis biomassa akan memainkan peran penting dalam masa depan energi terbarukan, berkontribusi pada pencapaian target perubahan iklim, serta membantu menekan emisi karbon di atmosfer.
Pembangkit listrik biomassa kami menggunakan bahan baku yang pengadaannya menerapkan prinsip keberlanjutan. Ini meliputi kulit kayu Eucalyptus dari proses produksi wood chip dan ranting dari area panen. Produk sampingan yang sebelumnya tidak termanfaatkan ini diolah kembali menjadi energi bersih untuk mendukung operasional yang lebih berkelanjutan dan efisien. Dengan kapasitas pembangkitan sebesar 7,3 MW, fasilitas ini tidak hanya menyuplai kebutuhan energi kompleks pengolahan kayu kami, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui kemitraan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), kami menyalurkan listrik kepada sekitar 4.000 rumah tangga sekaligus memperkuat infrastruktur energi berkelanjutan di wilayah operasional kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas energi biomassa guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat serta mendukung transisi Indonesia menuju sumber energi terbarukan.