Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat binaan BKSDA, pelajar dan dosen Universitas Antakusuma, hingga karyawan PT KTH. Sejumlah aksi nyata dilakukan sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
Serangkaian aksi nyata dilakukan dalam kesempatan ini, dimulai dengan penanaman 400 batang pohon mangrove di area rehabilitasi pesisir sebagai bentuk kontribusi terhadap pemulihan kawasan pantai yang terdampak. Selain itu, dilakukan pula pelepasan tukik atau anak penyu sisik ke laut lepas sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies langka yang dilindungi.

“Kegiatan ini mencerminkan kontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta membangun sinergi positif dengan komunitas lokal dan institusi pendidikan,” ujar Park Jong Myung, Direktur PT KTH, dalam sambutannya.
Sementara itu, Agus Suparji, SH, MH, Wakil Rektor I Universitas Antakusuma, menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran praktis bagi mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat positif dan relevan dalam mendukung pendidikan di bidang konservasi, khususnya konservasi mangrove,” ungkapnya.
Dengan semangat konservasi dan edukasi, kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove serta laut yang memiliki peran vital bagi keberlangsungan kehidupan. (Humas)