PT Korintiga Hutani Dorong Sektor Pariwisata di Kotawaringin Barat

Foto: Gambar Desa Riam, Kalimantan Tengah diambil dari drone
Foto: Gambar Desa Riam, Kalimantan Tengah diambil dari drone
KOTAWARINGIN BARAT – Melalui program Corporate Social Responsibility dan kemitraan desa, PT Korintiga Hutani (KTH) tidak hanya berfokus pada pengelolaan hutan produksi secara lestari, tetapi juga turut serta dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Di Desa Riam, Kabupaten Kotawaringin Barat misalnya, perusahaan mendorong pengembangan agrowisata Bukit Balang melalui MoU antara perusahaan dan masyarakat setempat untuk memastikan agar kawasan ini tetap lestari. Seperti yang dijelaskan oleh Erwansyah Ardi, Manager Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan dan Humas PT Korintiga Hutani yang ditemui beberapa waktu lalu.

“Di Desa Riam ada satu bukit namanya Bukit Balang, yang isinya berbagai macam pohon buah durian. Nah bukit itu kan dulunya di dalam area konsesi PT Korintiga Hutani. Supaya pohon buah-buahan ini tidak musnah kita coba lindungi dalam bentuk MoU, untuk penanganan kelestarian buah-buahan ini,” tutur Erwansyah.

Erwansyah menuturkan Durian yang tumbuh di Bukit Balang memiliki karakteristik rasa dan aroma yang khas, berbeda dengan durian di daerah lain dan banyak penikmat durian datang khusus untuk mencicipi varietas lokal ini. Maka tak heran jika masa panen tiba, masyarakat dari daerah-daerah sekitar maupun pejabat pemerintah kabupaten akan datang untuk mencicipi berbagai varietas durian yang hanya ada di Kalimantan, seperti durian Getar Bumi.

Lebih lanjut, untuk menyukseskan panen raya, PT Korintiga Hutani juga membantu masyarakat dalam segi teknis seperti melakukan perbaikan jalan menuju lokasi wisata hingga membangun pondok-pondok wisata dan tempat istirahat hingga menyediakan fasilitas dasar berupa MCK portable.

Foto: Di Desa Riam ada satu bukit bernama Bukit Balang, yang dulunya masuk dalam area konsesi PT Korintiga Hutani. Bukit Balang berisi berbagai macam pohon buah durian.

“Tahun kemarin yang tercatat kurang lebih 600 pengunjung. Kita kebetulan, promosi ini baru tahun kemarin maksimalnya. Awal promosi itu bulan Mei. Untuk itu kami libatkan KTH juga untuk buka jalan ke tempat parkir, membuka tempat parkir di lokasi. Itu memang, kita minta bantuan KTH,” jelas Dedy Simson, Kades dari Desa Riam.

Di samping agrowisata, Desa Riam merupakan desa wisata yang terkenal dengan keberadaan Riam atau air terjun alami yang menjadi daya tarik utama desa ini. Potensi tersebut dikembangkan dalam bentuk kegiatan susur sungai, yang menyuguhkan pemandangan eksotis dan pengalaman petualangan yang unik bagi para wisatawan.

Desa Riam juga kaya akan nilai budaya, ditandai dengan keberadaan situs-situs keagamaan dan ritual leluhur yang masih dijaga oleh masyarakat setempat. Ini membuka peluang untuk wisata berbasis budaya dan spiritual yang semakin diminati.

Selain Desa Riam, dukungan pariwisata PT KTH juga menyentuh Desa Panahan yang menyimpan potensi wisata susur sungai yang tak kalah menarik. Alur sungai yang tenang dan panorama alam yang masih asri menjadikan desa ini sangat cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.

Dukungan dari dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan dan pengembangan sektor pariwisata suatu daerah. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan antara masyarakat dan sektor swasta bisa mendorong pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi desa melalui pariwisata. (PR)

More News about KTH