Keberlanjutan

Konservasi

Melestarikan Hutan demi Masa Depan

Di PT KTH, kami berkomitmen pada praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sejak memperoleh konsesi IUPHHK-HTI seluas 94.384 hektar pada tahun 1998, kami terus menyeimbangkan produktivitas dengan pelestarian alam. Konservasi menjadi fokus utama, mengingat peran hutan sebagai penyerap karbon penting sekaligus pusat keanekaragaman hayati. Komitmen ini diwujudkan melalui langkah-langkah yang terukur. 

Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin dalam perolehan sertifikasi Controlled Wood/Forest Management (CW/FM) dan Chain of Custody (CoC) dari FSC pada tahun 2013. Saat ini, PT KTH juga memegang sertifikasi PEFC Forest Management (FM) dan PEFC Chain of Custody (CoC), serta sertifikasi kehutanan nasional PHPL dan VLK. Pencapaian ini menegaskan kepatuhan perusahaan terhadap standar keberlanjutan di tingkat nasional maupun global.

Konservasi dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Kami merancang strategi konservasi berdasarkan hasil penilaian Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) dan Stok Karbon Tinggi (High Carbon Stock/HCS) untuk mengidentifikasi, melindungi, dan mengelola area yang penting secara ekologis. Dari total luas konsesi sebesar 94.384 hektar, sebanyak 18.992 hektar telah ditetapkan sebagai kawasan HCV. Kawasan ini mencakup berbagai ekosistem yang berperan penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan penyerapan karbon. 

Luas kawasan konservasi yang pada tahun 2014 mencakup 14% dari total konsesi kini meningkat menjadi 20%. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam mempertahankan dan memulihkan kawasan hutan penting. Melalui kolaborasi dengan lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan auditor independen, kami terus memperkuat praktik konservasi sejalan dengan standar sertifikasi internasional.

Survei Keanekaragaman Hayati 2024 dan Perlindungan Satwa Liar

Hasil survei HCV pada tahun 2024 mengidentifikasi 85 jenis tumbuhan dan 172 jenis satwa liar di kawasan PT KTH, di mana sebagian di antaranya merupakan spesies endemik. Keberadaan mereka menegaskan pentingnya peran konsesi perusahaan dalam menjaga stabilitas ekosistem setempat.

Beberapa spesies ikonik yang ditemukan di kawasan ini meliputi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) dan berbagai jenis burung rangkong. Keduanya merupakan indikator penting bagi keseimbangan ekologis, sekaligus melambangkan komitmen kami untuk melindungi flora dan fauna liar yang terancam punah dan merawat habitat penting di wilayah operasional kami.

Hasil Pemantauan Spesies pada Konsesi Tahun 2025

Camera Trap

Pengelolaan Hutan Tanaman Terpadu untuk Mewujudkan Konservasi

Demi memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati, PT KTH menerapkan model pengelolaan hutan terpadu yang menempatkan area perkebunan sebagai benteng alami guna mencegah penebangan ilegal, degradasi lingkungan, dan fragmentasi habitat. Langkah ini membantu menjaga integritas kawasan konservasi dan melindungi hutan inti dari ancaman eksternal.

Melalui praktik pengelolaan yang bertanggung jawab, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi dengan mitra strategis, PT KTH tetap teguh pada misinya untuk melestarikan ekosistem hutan, memitigasi perubahan iklim, dan mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.